Home » ARTIKEL » Aturan Saat Kerokan

Aturan Saat Kerokan

Pada saat masuk angin menyerang, orang Indonesia sendiri pasti sudah sangat familiar dengan istilah kerokan. Hal ini ternyata memiliki fungsi yang sama dengan sistem pijat dan bisa memberikan rasa hangat pada kulit yang juga berguna untuk melebarkan pembuluh darah. Tubuh tentunya akan menjadi lebih segar dan nyaman ketika metabolisme tubuh seseorang lancar. Lantas apa saja Aturan Saat Kerokan, Simak beritanya dibawah ini:

Aturan Saat Kerokan

1. Tidak Boleh Mandi

Hindari melakukan aktivitas langsung seperti mandi setelah kerokan. Hal ini sendiri dikarenakan pori-pori seseorang akan terbuka setelah kerokan dan pembuluh darah anda bisa langsung tertutup kembali jika langsung mandi setelah kerokan.

2. Leher Depan

Bagian leher depan seseorang tidak boleh terkena kereokan karena terdapat tulang-tulang yang digunakan untuk pernapasan. Saraf-saraf yang terkena kerokan pada bagian juga bisa membahayakan fungsi dan kesehatan seseorang. Pembuluh darah besar yang berguna untuk tubuh juga terdapat pada bagian leher yang mengalirkan darah ke daerah otak.

3. Balita Tidak Boleh

Kerokan pada balita sangat dianjurkan untuk tidak dilakukan oleh para orang tua krena dapat menghasilkan luka pada bagian kulit bayi yang masih sangat lembut. Pemijatan secara halus dan lembut bisa anda lakukan untuk menghilangkan masuk angin pada bayi sendiri.

4. Pola Kerokan

Pola tertentu biasanya digunakan seseorang saat sedang mendapatkan kerokan sebagai pacuan untuk koin pada bagian kulit. Contohnya saja pola horisontal dan vertial. Pola seperti apa saja sebenarnya boleh anda pilih dan tidak akan memberikan efek samping lainnya. Biasanya, seseorang akan menggunakan jenis-jenis pola seperti ini saat sedang melakukan kerokan karena cocok dengan pola punggung yang memiliki banyak pembuluh darah panjang dan menyebar. Sekujur tubuh seseorang akhirnya akan melebar pembuluh darahnya.

5. Wanita Hamil

Wanita hamil sering dikaitkan dengan informasi yang berbedar tidak boleh melakukan kerokan. Mitos ini mulai menyebar karena kepercayaan bahwa kulit bayi yang lahir anntinya akan berbelang-belang layaknya kerokan. Mitos ini sendiri faktanya tidaklah benar dan telah dibuktikan oleh banyak orang dapat melakukan kerokan saat hamil sendiri dan anak yang lahir tetap lahir dengan kondisi kulit yang normal.


Sekian informasi dari kami pihak Lsyofficial, Semoga informasi-informasi yang kami berikan bisa bermanfaat,

Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar