Home » ARTIKEL » Bahaya dan Pengertian dari Kanker Rahim

Bahaya dan Pengertian dari Kanker Rahim

Salah satu jenis penyakit kanker yang menyerang bagian rahim sendiri adalah kanker. Bahaya Kanker Rahim sendiri kerap masih belum dimengerti oleh banyak orang. Pasalnya, jenis kanker ini tumbuh dibagian dimana rahim adalah tempat untuk tumbuh dan berkembangannya janin pada masa kehamilan. Dinding rahim yang disebut dengan endometrium sendiri terdapat pada bagian bawah rahim dan yang menghubungkannya dengan vagina adalah leher rahim atau serviks.Jenis kanker rahim sendiri terdapat beberaja jenis dimana awalnya terjadi pada bagian dinding rahim yang seringkali juga disebut dengan nama kanker endometrium. Jenis penyakit ini biasanya menyerang wanita yang sudah memasuki masa menopause dimana gejala yang kerap muncul adalah pendarahan yang terjadi pada vagina serta nyeri panggul khususnya jika sudah melewati masa menopause.

Jenis Kanker Rahim

1. Kanker Endometrium

Kanker endometrium adalah jenins kanker rahim yang paling banyak ditemukan di dunia. Pasalnya sekitar 90% jenis penyakit kanker rahim sendiri tergolong masuk ke dalam jenis kanker endometrium. Sel jenis ini berkembang saat pertama kali dibagian dinding rahim. Kanker jenis ini juga terbagi lagi menjadi dua bagian dimana nama bagiannya adalah endometroid adenokarsinoma serta karsinosarkoma uterus. Jenis pertama adalah jenis yang paling banyak terjadi dalam kasus kanker endometrium dan biasanya lebih mudah untuk disembuhkan. Sedangkan karsinosarkoma uterus biasanya hanya terjadi sebanyak 5% dari total kasus kanker rahim dan jenis sel kanker ini seringkali berkembang dengan lebih cepat meskipun sudah disembuhkan.

2. Sarkoma Uterus

Jenis kanker sarkoma uterus adalah kanker yang terjadi pada bagian sel-sel lapisan otot rahim dan merupakan jenis kanker yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan kanker endometrium. Biasanya sarkoma uterus sendiri emmiliki bentuk seperti leiomyosarcoma dimana itu adalah jenis kanker yang kerap menyerang bagian otot-otot pendukung jaringan organ tubuh.

Gejala Kanker Rahim

Jarang sekali ada gejala-gejala yang dirasakan pada saat sel di rahim mulai bermutasi dan berubah jadi abnormal. Anda mungkin akan merasakan tanda-tanda sewaktu sel tersebat telah bertumbuh menjadi sel kanker rahim.

  • Pendarahan diluar menstruasi, Pendarahan setelah berhubungan seksual atau setelah menopause.
  • Perdarahan menstruasi yang lebih sakit dan lebih banyak daripada biasanya.
  • Nyeri di pangkal paha atau perut bagian bawah.
  • Nyeri pada saat berhubungan seksual.
  • Nyeri di kaki,punggung,atau pinggul

Keluhan yang sangat umum dialami banyak wanita serta bisa disebabkan oleh banyak hal lain selain kanker adalah perdarahan dari vagina.

Gejala-gejala seperti ini akan timbul bila kanker rahim sudah mencapai stadium yang lebih tinggi:

  • Kehilangan selera makan
  • Kelelahan
  • Merasa mual

Bila Anda merasa adanya gejala kanker rahim, cepat lakukan pemeriksaan dokter metode Pap smear. Cairan tidak normal seperti keputihan atau keluar darah bisa di salah artikan sebagai gejala menstruasi saja, tapi jika disertai dengan bau busuk atau amit menyengat, Anda harus berhaati-hati.

Rentang waktu terjadinya gejala-gejala tersebut juga perlu anda lihat. Apakah datangnya keputihan selalu seperti itu atau ini kali pertama anda mengalami nya, atau hanya memang waktu menstruasi biasa. Anda akan jauh lebih waspada bila mengetahui ciri-ciri kanker rahim sejak dini.

Bila Anda terdeteksi mengidap kanker rahim stadium awal, mungkin masih mudah menghilangkan nya. cukup dengan obat herbal atau konsultasi dengan dokter dahulu.

Penyebab Kanker Rahim

Kanker rahim sendiri awalnya disebabkan oleh gen-gen yang bermutasi yang terjadi dibagian lapisan sel rahim. Mutasi ini akhirnya menyebabkan sel-sel sehat dalam tubuh mengalami kerusakan tersendiri. Sel-sel normal dalam tubuh ini nanti akan membelah diri dan tumbuh dalam kecepatan yang normal yang akhirnya mati dan digantikan sel baru. Namun jika sel tersebut rusak, maka perkembangan dari sel tersebut akan tidak terkendali dan terus hidup. Akhirnya jaringan tumor terbentuk dari perkumpulan sel-sel ini yang dapat menyerang dan menyebar ke organ-organ disekitarnya dalam bagian tubuh. Proses ini juga dikenal dengan nama metastasis. Penyebab dari mutasinya sel-sel ini sampai saat ini juga belum diketahui secara pasti, namun banyak ahli yang mengatakan bahwa beberapa faktor pemicunya adalah ketidakseimbangan hormon dala tubuh dan obesitas.

Faktor Risiko

Kanker rahim sendiri masuk ke dalam kategori penyakit yang bisa menyerang setiap wanita dari hampir seluruh golongan usia tentunya. Namun beberapa faktor risiko khusus sendiri bisa membuat dan meningkatkan risiko seseorang dari terkena penyakit ini. Salah satu atau dari beberapa faktor ini tidak berarti sudah dipastikan bisa mengidap penyakit ini namun ada kemungkinan yang dapat terjadi.

1. Usia

Seiring bertambahnya usia seseorang, risiko dari terkena penyakit ini sendiri semakin meningkat lamanya karena banyak kasus dari penyakit ini ditemukan pada wanita berusia 40 tahun keatas. Namun ada juga tentunya orang-orang dibawah 40 tahun sebanyak 1% yang mengidap kanker rahim sendiri.

2. Hormon Estrogen

Ovarium yang berada dalam tubuh wanita sendiri akan berhenti memproduksi hormon estrogennya yang biasanya terjadi setelah memasuki fase menopause sendiri. Tapi dalam beberapa kasus hormon ini tetap diproduksi dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dari biasanya khususnya untuk sel-sel jaringan lemak. Estrogen sendiri merupakan jaringan lemak yang bisa memicu terjadinya suatu mutasi sel dalam rahim, akhirnya ini menyebabkan risiko terjadinya kanker setelah masa menopause menjadi lebih tinggi.

3. Berat Badan Lebih / Obesitas

Faktor risiko yang paling utama serta berkaitan dengan perubahan hormon tubuh sendiri adalah obesitas. Jaringan lemak juga mendapatkan produksi estrogen karena hal ini. Dengan kata lain sendiri, hal ini berarti semakin tinggi jenis lemak dalam tubuh anda, maka jumlah kandungan estrogen dalam tubuh anda juga semakin besar. Hal ini bisa memicu dalam perkembangan sel-sel kanker dalam organ reproduksi sendiri seperti rahim karena tingkaatan estrogen yang tinggi.

4. Keturunan Keluarga

Jika anda memiliki anggota keluarga yang mungkin memiliki kanker rahim atau menderita jenis kanker lainnya yang menyerang bagian pencernaan dan reproduksi. Maka anda memiliki peluang juga yang besar dalam terkena bahaya kanker rahim.

5. Kanker Payudara atau Ovarium

Kanker rahim juga berisiko anda alami apabila sudah mengidap jenis kanker lainnya layaknya kanker ovarium dan kanker payudara.

6. Hiperplasia Endometrium

Suatu pertumbuhan berlebih pada jaringan yang bernama endometrium sendiri disebut dengan sebutan hiperlasia endometrium. Kondisi ini jika pernah anda alami baik dalan tingkatan ringan ataupun sedang bisa membuat anda terkena bahaya kanker rahim.

7. Terapi Hormon

Terapi hormon berjeniskan tamoxifen sendiri merupakan jenis pengobatan yang digunakan untuk pencegahan kanker payudara dan juga mengobatinya. Anti-estrogen dalam jaringan payudara sendiri diperankan sebagai tamoxifen. Namun, obat jenis ini justru berisiko untuk hormon-hormon estrogen dalam rahim sehingga bisa berisiko menyebabkan dinding rahim anda menebal. Hal ini nantinya bisa meningkatkan risiko anda dari terkena bahaya kanker rahim.

Baca Juga: